Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Samuel 10:6-7 Perancang Hidupku

Renungan 1 Samuel 10:6-7 Perancang Hidupku

Ayat Alkitab 1 Samuel 10:6-7

Judul Renungan; Perancang Hidupku

1 Samuel 10:6-7 (TB) “Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.  Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau.”

Ketika kita hidup di dalam Tuhan, semuanya tidak ada yang kebetulan. Setiap hal yang terjadi dalam diri kita sudah dirancang oleh Tuhan. Ketika kita bertemu dengan seseorang sering kali kita mengatakan “wah kebetulan kita bertemu disini” atau mungkin kita juga sering menanyakan mengapa orang menempatkan beberapa orang yang menyenangkan dan mungkin juga menyebalkan disekitar kita. Tanpa kita sadari hal itu bukanlah suatu kebetulan tapi sudah Tuhan rancangkan dalam hidup kita. 

Terdapat dua hal ketika kita bertemu dengan seseorang. Yang pertama kita yang akan mempengaruhi orang tersebut dan yang kedua kita yang akan dipengaruhi oleh orang tersebut. Apapun pengaruh yang bisa kita berikan, tapi biarlah kita memberikan pengaruh yang bisa memberkati orang lain bukan malah merugikan. Dan biarlah orang lain memberikan pengaruh yang baik untuh hidup kita bukan pengaruh yang negative.

Setiap hal yang Tuhan rancangkan atas hidup kita selalu rancangan yang mendatangkan damai Sejahtera bukan rancangan yang mendatangkan kecelakaan (Yeremia 29:11). Sudut pandang kita sebagai manusia berbeda dengan sudut pandang Allah yang sanggup melihat apa yang terjadi jauh kedepan berbeda dengan kita yang hanya bisa melihat apa yang ada di depan mata.

Kita mau melihat bagaimana perjalanan hidup Saul dan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup Saul sehingga Saul diangkat menjadi seorang Raja. Dalam pasal 9 menceritakan bahwa Ayah Saul yang Bernama Kish kehilangan keledai-keledai betinanya kemudian meminta tolong kepada Saul dan bujangnya untuk mencari keledai-keledai betinanya yang hilang. Setelah Saul dan bujangnya mencari keledai-keledai betinanya (1 Samuel 9:4-5) Saul tetap tidak bisa menemukan keledai-keledai betina ayahnya. Kemudia Saul memutuskan untuk kembali bersama bujangnya, namun ternyata bujangnya teringat bahwa di kota tersebut terdapat abdi Allah yang sangat terhormat dan apapun yang dikatakan pasti terjadi. Saul dan bujangnya kemudian pergi dan menemui abdi Allah tersebut, abdi Allah tersebut bernama Samuel.

Satu hari sebelum Saul bertemu dengan Samuel, Allah sudah mengatakan terlebih dahulu kepada Samuel bahwa akan bertemu dengan Saul (1 Samuel 9:15-16). Dari kejadian tersebut kita bisa melihat bagaiaman Allah bekerja dalam hidup Saul. Apa yang terjadi dalam hidup Saul seperti rancangan kecelakaan (Ayahnya kehilangan keledai-keledai betinanya) namun hal itu jika dilihat dari sudut pandang kita sebagai manusia, jika kita mau melihat dari sudut pandang Allah, apa yang terjadi pada Saul bukanlah rancangan kecelakaan tetapi rancangan damai sejahtera karena pada akhirnya Saul menjadi seorang raja atas Bangsa Israel.

“Kita perlu belajar untuk melihat setiap masalah yang terjadi dalam hidup kita melalui sudut pandang Allah bukan sudut pandang kisa sebagai manusia.”

Dari mencari keledai-keledai betina ayahnya pada akhirnya menjadi raja, terlihat seperti kebetulan, mustahil dan tidak masuk akal. Tapi satu hal yang sudah kita pelajari di atas bahwa tidak ada yang kebetulan di dalam Tuhan. Setiap hal yang terjadi sudah Tuhan rancangkan, bahkan pertemuan antara Saul dan Samuel pun sudah Tuhan rancangkan.

Respon Saul ketika dia akan dijadikan seorang raja, Saul merasa minder dan tidak percaya diri. Saul pun merasa bahwa sukunya merupakan suku terkecil diantara suku yang lain sehingga Saul merasa tidak layak menjadi raja. Hal yang sama yang sering kali juga terjadi dalam diri kita. Kita sering kali merasa minder, merasa tidak bisa dan merasa tidak layak. Padahal kita sudah Tuhan layaklan dengan pengorbanan Kristus di kayu salib. Kita yang tadinya tidak layak karena dosa kini sudah menjadi layak karena pengorbanan Kristus di kayu salib.

Sama seperti Saul yang sudah dipilih Tuhan untuk menjadi raja dan Tuhan sudah merancangkan suatu rancangan yang damai Sejahtera atas hidup Saul. Begitu juga dengan kita, Tuhan sudah memilih setiap kita untuk menjadi anak-anak Tuhan. Saat Tuhan sudah memilih ada satu rancangan yang mau Tuhan kerjakan juga dalam hidup kita. ada 2 hal yang akan Tuhan lakukan saat Tuhan sudah memilih kita untuk melakukan panggilannya:

1. Memperlengkapi (1 Samuel 10:6)

Saat Tuhan memilih kita, Tuhan tidak akan membiarkan kita begitu saja tetapi Tuhan akan meperlengkapi kita dengan Roh KudusNya. Seperti yang tertulis juga dalam 2 Korintus 5:5 “Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita”

Tuhan akan memperlengkai kita sehingga kita bisa melakukan setiap hal yang sudah Tuhan rancangkan untuk kita kerjakan. Meskipun sering kali kita sama seperti Saul yang merasa minder, tidak percaya diri dan merasa tidak layak namun Roh Tuhan yang berkuasa atas Saul juga berkuasa atas kita sehingga kita pun bisa melakukan setiap hal yang mau Tuhan lakukan lewat hidup kita karena Tuhan juga memperlengkapi kita dengan Roh KudusNya. Sehingga rasa minder, rasa tidak percaya diri dan rasa tidak layak tidak lagi berkuasa karena Roh Kudus yang berkuasa atas diri kita.

2. Memberkati (1 Samuel 10:7)

Tuhan tidak hanya memperlengkapi tetapi Tuhan juga akan memberkati kita. bahkan apa yang kita kerjakan akan dibuat Tuhan berhasil. Bukan karena kita bisa, bukan karena kita hebat tetapi karena kita diberkati Tuhan sehingga kita bisa. Yusuf bisa menjadi penguasa di Mesir bukan karena Yusuf hebat tetapi karena Tuhan memberkati Yusuf sehingga Yusuf bisa menjadi seorang penguasa di Mesir.

Penyertaan Tuhan dalam hidup kita sangatlah penting, dengan penyertaan Tuhan kita sanggup melakukan apa yang tidak bis akita lakukan karena ada Tuhan yang menyertai dan menolong kita. 

Pada saat Saul akan diangkat menjadi Raja, Saul tidak berada disitu tetapi Saul bersembunyi (1 Samuel 10:20-23) tetapi Saul bisa ditemukan sehingga pada akhirnya Saul diangkat menjadi seorang Raja atas BAngsa Israel. Ketika Tuhan sudah memilih, tidak ada yang bisa menggagalkan rencana Tuhan, Tuhan sanggup membawa kita kembali ketempat dimana seharusnya kita berada.

“Bukan karena Saul yang hebat sehingga Saul menjadi Raja, tetapi karena Tuhan yang hebat yang sudah memilih Saul. Bukan karena aku yang hebat sehingga aku bisa, tetapi karena Tuhan yang hebat yang sudah memberkati aku.”

Posting Komentar untuk "Renungan 1 Samuel 10:6-7 Perancang Hidupku"